- Pengertian
Kepemimpinan atau leadership didefinisikan sebagai keterampilan memanfaatkan kekuasaan dan wewenang untuk mempengaruhi orang lain dalam upaya mencapai sasaran.
Di dalam kepemimpinan tercakup tiga factor ,yaitu : kekuasaan, wewenang dan pengaruh.pengaruh merupakan factor yang paling menonjol dalam kepemimpinan.Seorang manager yang memegang kekuasaan atau wewenang belum sepenuhnya disebut pemimpin jika tidak mempunyai pengaruh terhadap bawahannya.
- Teori kepemimpinan
Teori kepemimpinan didasarkan pada sejumlah perspektif yang berbeda.Pada dasarnya
Kepemimpinan sebagai suatu sifat
Teori sifat dalam kepemimpinan menggambarkan atribut personal yang membedakan pemimpin dari non pemimpin.
Atribut personal pemimpin ,secara garis besar berupa:
a) Demografik,seperti usia, penampilan,status social ekonomi.
b) Kemampuan,seperti pendidikan ,bakat, pengetahuan praktis, pemahaman, kemampuan verbal.
c) Karakter & sifat kepribadian , seperti kemampuan adaptasi , introvert/ekstrovet, kemampuan mendominasi , control emosional .
Kepemimpinan sebagai suatu perilaku
Pendekatan perilaku dalam kepemimpinan berupaya untuk mengindentifikasI perilaku yang membedakan antra pemimpin yang efektif dengan non pemimpin
1.Lewin ,Lippitt, & white ( 1939 ) menemukan pola perilaku yang berbeda akan menghasilkan pola perilaku kepemimpinan yang bervariasi pula.Tiga
kepemimpinan Autokratik
· menjelaskan semua kebijakan kelompok
· menyusun teknik & aktivitas kerja satu demi satu
· menjelaskan pola-pola tugas & kerja
· tidak berpartisipasi dalam kerja ,kecuali untuk percontohan
· memberikan penghargaan dan kritik pribadi
kepemimpinan Demokratik
· mempertemukan kelompok pengambilan keputusan untuk membuat kebijakan
· menjelaskan keseluruhan rencana & aktivitas umum
· mengikuti kelompok untuk membagi tugas dan memilih teman kerja
· berpartisipasi,sebagai anggota dalam kerja kelompok
· bertindak objektif dalam penghargaan dan kritik
kepemimpinan laissez-faire
· memgikuti kebebasan kelompok sepenuhnya dalam mengambil kebijakan
· menyediakan bahan dan intruksi jika diminta
· seringkali tidak ikut ambil bagian dalam diskusi kelompok
· tidak berpartisipasi dalam pembagian tenaga kerja
· tidak memberikan penghargaan jika tidak diminta
2.studi kepemimpinan
rensis likert dkk (1961, 1967)
3.Study kepemimpinan
Ohio State University mengembangkan stuktur perilaku kepemimpinan consideration dan initiating structure dalam perilaku consideration,pemimpin memperhatikan perasaan bawahan dan menghargai ide-ide bawahan.Hubungan atasan bawahan dirikan sebagai kepercayaan yang menguntungkkan,perhatian, dan komunikasi dua arah.
Dalam perilaku initiating structure, pemimpin menjelaskan peran atasan bawahan ,membuat chanel komunikasi ,dan menjelaskan metode penyelesaian tugas kelompok.Dalam hal ini pemimpin menerapkan perilaku yang berorientasi pada produksi dan hubungan tugas.
Alat yang digunakan untuk mengumpul data tersebut berupa leader behavior description questionnaire untuk bawahan atau anggota kelompok, supervisory behavior description questionnaire untuk pemimpin dilingkungan kerja dan leadership opinion questionnaire untuk pemimpin.
4. Kepemimpinan Grid (konsep dua)
Robert R.Blake & Jane S.Mouton ( 1964) mengembangkan konsep kepemimpinan yang mengevaluasi perilaku pemimpin dalam dua dimensi yakni:perhatian pada produksi dan perhatian pada orang.Gaya pemimpin yang efektif adalah kepemimpinan yang meliputi tingkat tinggi dalam kedua perilaku tersebut.
Kepemimpinan sebagai suatu hubungan peran kerja
1. Model kongtinen fieder
Fred fieder (1967) mengembangkan teori kepemimpinan LPC ( Least Prefered Coworker) yang mengatakan bahwa efektivitas seseorang pemimpin tergantung pada situasi.Fiedler mengidentifikasikan dua bentuk pemimpin untuk merefleksikan kepribadian pemimpin ,motivasi tugas dan motivasi hubungan.
Dalam teori Fiedler,perilaku pemimpin diukur dengan suatu alat yang disebut dengan skala LPC.Kenyamanan situasional ditujukan dengan hubungan atasan-bawahan ,stuktur tugas dan kekuasaan posisi pemimpin.Menurut fiedler,seorang pemimpin yang berorientasi pada tugas tepat untuk situasi yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan.
Perilaku yang berorientasi pada orang diramalkan untuk bekerja dengan baik saat situasi cukup menyenangkan atau cukup tidak menyenangkan.
2. Teori Path-Goal
Martin Evans dan Robert House ( 1970-an) mengembangkan teori kepemimpinan Path-goal yang menyatakan bahwa pemimpin yang efektif menjelaskan perilaku-perilaku (path) yang akan membawa pencapaian tujuan.Empat jenis perilaku pemimpin dalam teori Path-Goal adalah:
· Pemimpin langsung pemimpin membiarkan bawahan mengetahui apa yang diharapkan oleh mereka,memberi petunjuk khusus bagaimana menyelesaikan tugas,jadwal kerja harus dijalankan,dan menjaga standar definitive penampilan kerja bawahan.
· Kepemimpinan suportif,bersahabat dan menunjukkan perhatian pada status,kesediaan,dan keinginan bawahan.
· Kepemimpianan partisipatif,pemimpin berkonsultasi dengan bawahan dan menerima usulan bawahan sebelum mengambil keputusan.
· Kepemimpinan berorientasi pada prestasi,melibatkan harapan agar bawahan menampilkan kerjanya dengan maksimal untuk mencapai tujuan.
Teori Path-Goal mengatakan bahwa perilaku pemimpin yang tepat tergantuk pada beberapa karakteristik pribadi dari bawahan dan karakteristik dari lingkungan.
Karakteristik pribadi yang penting termasuk dalam teori Path-Goal adalah locus of control dan kemampuan penerimaan.Karakteristik lingkungan yang penting dalam teori Path-Goal adalah stuktur tugas,system kewenangan formal,dan kelompok kerja utama.
3.Model Vroom-Yetton-jago
Victor H. Vroom.Philip H.Yetton, & Arthur G.jago (1988),menjelaskan tentang model kepemimpinan yang berupaya untuk menggambarkan seberapa banyak partisipasi bawahan yang seharusnya diikuti dalam pengambilan keputusan.
Dalam model Vroom-Yetton-Jago,pemimpin mengakses atribut masalah penting dan kemudian mengadopsi satu dari
AI : Pemimpin membuet keputusan sendiri.
AII : Pemimpin menanyakan informasi kepada bawahan ,namun membuat keputusan sendiri
CI : Pemimpin berbagi situasi dengan bawahan secara individu dan meminta informasi serta evaluasi.Bawahan tidak bertemu dalam suatu kelompok,dan pimpinan sendiri yang membuat keputusan.
CII : Pimpinan dan bawahan bertemu dalam satu kelompok untuk membicarakan situasi tersebut,namun pemimpin yang membuat keputusan.
GII : Pimpinan dan bawahan bertemu dalam satu kelompok untuk membicarakan situasi tersebut dan kelompok yang membuat keputasan.
C. :
Berikut ini beberapa referensi
§
§
§
§
Biasanya
1.menyampaikan pujian jika anak buah melakukan pekerjaan dengan baik.
2.tidak menuntut lebih dari kemampuan
3.ramah dan mudah didekati
4.mau melakukan perubahan
5.memperlakukan anak buah sebagai teman sejawat
Seorang pemimpin dikatakan efektif atau berhasil menjalankan tugas kepemimpinan jika dapat:
1.membuat keputusan yang dapat dijalankan dengan baik
2.memotivasi karyawan untuk bekaerja sama dengannya
3.mengendalikan situasi
4.memikul tanggung jawab
bersikap adil terhadap semua karyawan
No comments:
Post a Comment